Senin, 16 Maret 2015

Otoritas Allah

Otoritas Allah atas hidup orang percaya
heroldjhonson@gmail.com

Teks :
Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian; (Daniel 2 : 21)


Sebagai orang percaya, dalam hubungan kepercayaan kepada Allah (Abraham,Ishak dan Yakub), bahwa kehidupan orang percaya mutlak berada dibawah otoritas Allah.
Tetapi dalam pengertian bukan berarti bahwa ketika hidup kita mutlak berada di dalam otoritas Allah, Allah melakukan kita dengan sewenang-wenang. Dalam tindakannya tentu melalui karakter dan sifatNya, diantaranya ; Mahakasih dan Mahaadil. Semuanya senantiasa berjalan secara bersama-sama dalam kendali dan pengetahuan Allah.

Dalam bagian ini kita belajar bagaimana Daniel, dkk begitu memahami posisi mereka pada masa pembuangan dimana tidak ada pertolongan selain dari pada Allah. Maka dari itu Daniel betapa menyadari :

1) Allah adalah Allah yang penuh belas kasihan. Daniel memahami bahwa Allah yang mereka sembah memahami apa yang terjadi kepada mereka kala itu. Mereka datang memohon belas kasihan itu kepada Allah.

2) Allah adalah Allah yang punya Otoritas atas segala sesuatu (Waktu/Kedudukan/Pangkat/Hikmat/Pengetahuan). Maka Daniel, dkk sangat sadar bahwa mimpi Nebukadnezar hanya bisa dimengerti apabila disingkapkan oleh Allah Yang Maha Kuasa. 


Siapakah kita hari ini ?

Jika kita adalah orang-orang percaya dan kita berada diposisi yang hampir sama dengan Daniel, datanglah pada Allah yang mempunyai belas kasihan itu ?
Ingatlah bahwa Allah mempunyai otoritas penuh atas hidup kita ! Tetapi jangan lupa tetaplah setia di dalam hidupmu, maka segala rahasia hidup akan disingkapkan kepada kita. Amin !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar