Selasa, 26 September 2017
Irene Elshaddai Jhonson
Irene Elshaddai Jhonson
Namamu telah kami persiapkan beberapa bulan sebelumnya karena kami sendiri memang sangat mengharapkan lahirnya seorang bayi entah itu dari kandung sendiri ataupun melalui pemberian orang lain yang kami percayai bahwa semuanya adalah jalan Tuhan. Jika kami tidak bisa melahirkan sendiri, kami percayai Tuhan akan menyediakan dengan cara yang lain.
Nama Irene sebenarnya usulan dari ibumu yang menurutnya berarti damai sejahtera. Artinya jika kamu hadir itu memberikan damai sejahtera bagi keluarga kecil kami. its okay ! Sedangkan Elshaddai itu berasal dari bahasa Ibrani
Nama EL SHADDAI berarti Tuhan yang Mahakuasa. Nama itu merupakan gabungan dari nama EL yang merupakan kependekan dari ELOHIM yang berarti Tuhan Pencipta yang Perkasa. Kemudian, SHADDAI berarti Mahakuasa. Pengertian nama Tuhan yang Mahakuasa itu terlihat seperti pada ayat Kejadia 17:1 (“Akulah Allah yang Mahakuasa [EL SHADDAI] , hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela”).
Dan Jhonson itu diambil dari nama akhir ayahmu, Harol Jhonson.
And Finaly, namamu : Irene Elshaddai Jhonson
Indah pada waktuNya, Tuhan. Pada malam itu, Sabtu tgl 08 September 2017, ketika diadakan acara syukuran atas kelahiran Keo, adik dari Aren dan Charles, ibumu yang disini menerima berita dari mamamu bahwa ada tanda kamu akan segra lahir. Lalu ibumu menyampaikan ke saya seperti ketakutan. Lalu saya memberikan ketenangan kepada ibumu,"kamu koq kayak galau gitu, padahal inikan udah mau lahiran?" bukankah tambah senang donk ?. Lalu ayahmu ini membawa ibumu berdoa minta hikmat Tuhan atas proses kelahiran itu dan rencana perjalanan ke Samarinda. Dan malam itu kami mengambil keputusan untuk berangkat ke Samarinda. Tetapi masih ada satu hal dimana malam itu ayahmu ini, malam itu seharusnya mengkoordinir remaja dan pemuda untuk sesi latihan menyanyi dan persiapan lain karena besoknya tanggal 09 September 2017 kami harus berangkat pelayanan ke GKII Sungai Bawang. Dan oleh hikmat Tuhan, ayahmu ini kemudian menuju ke rumah Assisten Gembala (Heppy Dungau), disana telah berkumpul seluruh remaja dan pemuda, lalu ayahmu ini menyampaikan bahwa ayah tidak bisa hadir untuk sesi latihan menyanyi dan persiapan karena malam ini juga harus ke Samarinda (Klinik),tetapi tidak memberikan alasan kenapa harus ke Samarinda. Setelah semua koordinasi selesai, ayah dan ibumu pun berangkat ke Samarinda. Kalau tidak salah kami berangkat ke Samarinda kira-kira 20.45 lebih/kurang malam. Ditengah perjalanan, ibumu menerima sms/telp dari mamau bahwa babinya sudah lahir. Puji Tuhan ! Oke, ayahmu dan ibumu dengan perasaan yang begitu haru melanjutkan perjalanan itu. Tuhan menyertai perjalanan itu sehinggan sampai di Samarinda kurang lebih jam 24.00/12 malam. Satu malam itu ayahmu dan ibumu serta bapak dan mamamu kandung menjagamu. Lalu bapakmu kandung kemudian pulang ke rumah karena salah satu kakakmu (Alfin dan Alfis/laki-laki) menangis dan disana infonya yang tunggu kakekmu yg sudah tua. Menurut info bapakmu, kakekmu hanya menjaga mereka sekedar saja karena sudah tua.,sering sakit-sakitan.
Jadi yang menunggumu sampai pagi mamamu, ibumu dan ayah. Pada pukul 09.00 pagi waktunya akan pulang ke rumah, dan ayahmu ini yang mengurus semua biaya dan administrasi. Dan disini kami harus berpisah dan membawamu pulang dan mamamu/bapakmu serta kakak2mu kami antar juga pulang.
Oleh karena ayahmu ini ada pelayanan di GKII Sungai Bawang, maka ayahmu ini tidak ikut kalian pulang, tetapi pada waktu itu dijemput oleh kakek dan nenek dari pihak mamamu. Dan merekalah yang membawamu pulang ke kampung (Lung Anai)
Irene Elshaddai Jhonson
Lahir tanggal 08.09.2017
Jam 10.00 min-plus
di Klinik Amin dan Aminah Jln. Merdeka Samarinda.
Dari Bapak Sandi Wijaya (Banjar) dan Sutanti (Jawa).
Kakak Alfin dan Alfis (Laki-Laki)
Telah diadopsi berdasarkan kesepakatan bersama oleh karena kelahiran anak2nya begitu dekat dan kondisi ekonomi yg begitu rendah dan memperihatinkan.
Rumah Jln Lambung Mangkurat Gang 08 Samarinda.
Berukuran sekitar 3X6 Meter.
Dengan berat 3.7 kg dan Jenis Kelamin Wanita.
Senin, 16 Maret 2015
Otoritas Allah
Otoritas Allah atas hidup orang percaya
heroldjhonson@gmail.com
Teks :
Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian; (Daniel 2 : 21)
Sebagai orang percaya, dalam hubungan kepercayaan kepada Allah (Abraham,Ishak dan Yakub), bahwa kehidupan orang percaya mutlak berada dibawah otoritas Allah.
Tetapi dalam pengertian bukan berarti bahwa ketika hidup kita mutlak berada di dalam otoritas Allah, Allah melakukan kita dengan sewenang-wenang. Dalam tindakannya tentu melalui karakter dan sifatNya, diantaranya ; Mahakasih dan Mahaadil. Semuanya senantiasa berjalan secara bersama-sama dalam kendali dan pengetahuan Allah.
Dalam bagian ini kita belajar bagaimana Daniel, dkk begitu memahami posisi mereka pada masa pembuangan dimana tidak ada pertolongan selain dari pada Allah. Maka dari itu Daniel betapa menyadari :
1) Allah adalah Allah yang penuh belas kasihan. Daniel memahami bahwa Allah yang mereka sembah memahami apa yang terjadi kepada mereka kala itu. Mereka datang memohon belas kasihan itu kepada Allah.
2) Allah adalah Allah yang punya Otoritas atas segala sesuatu (Waktu/Kedudukan/Pangkat/Hikmat/Pengetahuan). Maka Daniel, dkk sangat sadar bahwa mimpi Nebukadnezar hanya bisa dimengerti apabila disingkapkan oleh Allah Yang Maha Kuasa.
Siapakah kita hari ini ?
Jika kita adalah orang-orang percaya dan kita berada diposisi yang hampir sama dengan Daniel, datanglah pada Allah yang mempunyai belas kasihan itu ?
Ingatlah bahwa Allah mempunyai otoritas penuh atas hidup kita ! Tetapi jangan lupa tetaplah setia di dalam hidupmu, maka segala rahasia hidup akan disingkapkan kepada kita. Amin !
heroldjhonson@gmail.com
Teks :
Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian; (Daniel 2 : 21)
Sebagai orang percaya, dalam hubungan kepercayaan kepada Allah (Abraham,Ishak dan Yakub), bahwa kehidupan orang percaya mutlak berada dibawah otoritas Allah.
Tetapi dalam pengertian bukan berarti bahwa ketika hidup kita mutlak berada di dalam otoritas Allah, Allah melakukan kita dengan sewenang-wenang. Dalam tindakannya tentu melalui karakter dan sifatNya, diantaranya ; Mahakasih dan Mahaadil. Semuanya senantiasa berjalan secara bersama-sama dalam kendali dan pengetahuan Allah.
Dalam bagian ini kita belajar bagaimana Daniel, dkk begitu memahami posisi mereka pada masa pembuangan dimana tidak ada pertolongan selain dari pada Allah. Maka dari itu Daniel betapa menyadari :
1) Allah adalah Allah yang penuh belas kasihan. Daniel memahami bahwa Allah yang mereka sembah memahami apa yang terjadi kepada mereka kala itu. Mereka datang memohon belas kasihan itu kepada Allah.
2) Allah adalah Allah yang punya Otoritas atas segala sesuatu (Waktu/Kedudukan/Pangkat/Hikmat/Pengetahuan). Maka Daniel, dkk sangat sadar bahwa mimpi Nebukadnezar hanya bisa dimengerti apabila disingkapkan oleh Allah Yang Maha Kuasa.
Siapakah kita hari ini ?
Jika kita adalah orang-orang percaya dan kita berada diposisi yang hampir sama dengan Daniel, datanglah pada Allah yang mempunyai belas kasihan itu ?
Ingatlah bahwa Allah mempunyai otoritas penuh atas hidup kita ! Tetapi jangan lupa tetaplah setia di dalam hidupmu, maka segala rahasia hidup akan disingkapkan kepada kita. Amin !
Langganan:
Komentar (Atom)